18 Akademisi Perempuan dari 15 Universitas Buat Antologi Puisi

0

Pandemi Covid-19 tidak membuat 18 akademisi perempuan ini menjadi tidak produktif di bidang sastra. Mereka tetap kreatif dengan menulis puisi bersama yang diterbitkan menjadi antologi Corpus Puisi Pandemi: Merajut Kata, Ilmu, Dan Hati.

Ke-18 akademisi perempuan ini berasal dari 15 perguruan tinggi (PT) yakni Universitas Padjajaran, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ubhara Surabaya, UNS, Universitas Diponegoro, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, UGM, Atmajaya Yogjakarta, Universitas Langlang Buana, Telkom University, Unisba, Binus Jakarta, UNTA Jakarta, Universitas Al Azhar Indonesia, dan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) Indonesia.

Para penulis yang berlatar belakang Akademisi Ilmu Komunikasi (Ikom) telah mengumpulkan 142 judul puisi. Puisi-puisi itu ditulis dalam kurun waktu bulan Juni-Juli 2020. Melalui proses kurasi oleh Kurniawan Junaedi dari Kurator Indonesia, kumpulan puisi tersebut diluncurkan secara daring, Sabtu (26/9/2020). Peluncuran yang dikemas menarik, juga menghadirkan dua sastrawan nasional Jose Rizal Manua dan Yvonne de Fretes dalam diskusi yang diikuti oleh 100 orang.

“Kami ingin sejenak terlepas dari rutinitas sebagai dosen IKOM, namun tetap memasukkan nuansa IKOM dalam puisi-puisi kami. Terutama sebagai upaya mengisi konten positif di ruang-ruang digital,” kata Frida Kusumastuti, salah satu penggagas dari UMM.

Menurut Frida, salah satu latar belakang gagasan menulis puisi bersama, adalah sebagai bagian dari kampanye literasi digital.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.