Pendaftar SMP di Solo Pasti Dapat Sekolah Negeri

0

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo memastikan calon peserta didik (CPD) dalam kota mendapatkan sekolah negeri di Solo dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri 2020.

Sekretaris Disdik, Dwi Ariyatno, mengatakan pada jalur zonasi seorang CPD bisa saja tidak diterima oleh satu pun dari sekolah pilihan. Hal itu disebabkan tidak maksimal dalam memilih lima sekolah. Hal itu membuat kesempatan menjadi kecil, kalah jarak, kalah prioritas pilihan, dan lainnya.

Untuk mengantisipasi CPD tidak mendapatkan sekolah negeri, mereka akan disalurkan ke sekolah di luar pilihan. Sebaliknya, CPD berhak tidak menerima pilihan tersebut.

“Sepanjang masuk ke sistem daftar dalam kota, dipastikan dapat sekolah negeri di Solo. Kalau tidak mau sesuai yang diberikan [disalurkan], kewajiban pemerintah sudah selesai. Selanjutnya mereka bisa memilih sekolah swasta yang saat ini masih memberi kesempatan pendaftaran,” ujarnya, Sabtu (4/7/2020).

Hal ini juga berlaku bagi CPD jalur prestasi. Jika CPD tidak masuk pada pilihan pertama, ia akan disalurkan ke pilihan kedua dan seterusnya.

Menurut Dwi, logika sistemnya sama dengan zonasi yakni sampai CPD itu mendapat sekolah dengan jalur tetap sesuai pilihan awal. Kalau lima pilihan tidak masuk, mereka disalurkan melalui jalur prestasi di sekolah di luar pilihan mereka.

Sementara itu, bagi CPD luar kota jalur prestasi harus mengantre hingga tersedia kuota. Terkait hal ini Kasi Kesiswaan Bidang SMP Disdik Solo, Tarno, beberapa waktu lalu mengatakan meskipun calon siswa luar Solo tersebut memiliki prestasi yang lebih tinggi, posisinya tetap berada di bawah calon siswa asal Solo.

“Contoh pendaftar jalur prestasi anak luar kota. Misalnya mendaftar SMPN 4 dan di sana kuotanya 24 orang. Ada anak Solo yang sudah mendaftar 20 orang, maka yang luar kota berada pada posisi 21 mekipun dia mengantongi piagam juara internasional. Apabila pendaftar asal Kota Solo mencapai 24 dan terus bertahan, maka anak luar kota itu turun di urutan 25 [tidak diterima],” jelas Tarno.

Di sisi lain, sejumlah sekolah di tengah kota seperti SMPN 24, SMPN 25, dan SMPN 26 terisi CPD asal luar kota. Mengenai hal, ini Dwi Ariyatno mengatakan sekolah-sekolah tersebut bukan wilayah permukiman, sehingga CPD dalam kota di sekitarnya tidak banyak.

“Kenapa banyak luar kota di SMPN 24 atau SMPN 25? Karena di situ bukan wilayah permukiman. Jadi CPD dalam kota yang mendatar ke sekolah sedikit dan kebanyakan luar kota. Jadi, persebaran sekolah ke wilayah pinggir memang berdampak menurunnya pendaftar sekolah yang letaknya di tengah kota,” ujarnya.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.