Mimpi Nadiem: 5 Tahun ke Depan Anak SMP Antre Daftar SMK

0

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan dengan adanya program perjodohan vokasi dengan industri akan membawa perubahan pada pasar tenaga kerja di Indonesia. Di mana industri akan menggunakan SDM dari sekolah mitra untuk menjadi salah satu pekerjanya.

Selain itu, apabila hal ini dapat berjalan sesuai dengan rencana, ia mengharapkan dalam lima tahun ke depan anak-anak SMP akan berbondong-bondong ke SMK favorit. Sebab, nantinya lulusan SMK akan cepat diserap oleh industri.

“Saya melihat 5 tahun kedepan anak SMP akan berlomba untuk bisa masuk SMK terbaik, bukan hanya sekarang mau masuk SMA negeri, saya ingin melihat lima tahun dari sekarang, banyak kepala sekolah yg bilang minta maaf ke orang tua karena cuma punya beberapa space aja, saya ingin melihat anak-anak SMP itu masuk antrean untuk bisa masuk SMK terbaik, saya bermimpi itu,” jelas dia dalam webinar, Sabtu (27/6/2020).

Bukan itu saja, Nadiem pun menginginkan agar lulusan SMK yang memiliki prestasi untuk bisa mendapatkan program akselerasi. Sehingga dalam waktu yang lebih pendek, mereka bisa mendapatkan gelar diploma.

“Bisa dapet D2 sampai D4, jadi mereka mendapat benefit daripada pengalaman dia di SMK maupun praktek kerja dia untuk maju ke jenjang berikutnya, itu harapan saya untuk menguatkan value proporsition dari SMK,” tambah dia.

Hal itu dia harapkan agar SMK itu memiliki benefit lebih untuk bisa segera terjun ke dunia kerja. “Bukan hanya pelatihan vokasi, mereka bisa mendapat gelar beserta kerjasama dengan politeknik ataupun fakultas vokasi sehingga mereka bisa mendapat akselerasi gelar itu,” sambung Nadiem.

Bahkan, dengan semakin berkembangnya kualitas SDM Indonesia melalui pendampingan dari industri, dirinya berharap sekolah vokasi dalam negeri dapat setara dengan yang terbaik di dunia. Seperti Jerman hingga Australia. Namun, ia juga menyadari bahwa hal ini dapat tercapai dengan kerja keras, khususnya kepala sekolah.

“Kepala sekolahnya siap dan berani mengambil risiko dan siap mencari jodoh-jodohnya secara agresif, visi ini tidak akan tercapai kalau mereka tidak menjadi striker. Harapannya ini menjadi turning point untuk sektor pendidikan vokasi kita. Mari kita semangat meningkatkan potensi SMK nasional Indonesia,” tutupnya.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.