Pesantren Al-Washliyah Tanjungbalai Wisuda 313 Pelajar dan Khataman Qur’an

0

Perguruan Al Jam’iyatul  Washliyah menggelar acara wisuda dan pengukuhan khatam Qur’an 313 pelajar santriwan/santriwati. Para wisudawan ini merupakan anak didik angkatan ke-X Sekolah Washliyah Tanjungbalai. Acara dilaksanakan di halaman dalam Perguruan Al Washliyah Jalan Sudirman  Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Kamis (11/6/2020).

Acara wisuda itu dihadiri Pengurus Wilayah Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara, Waka Polres Tanjungbalai beserta unsur Muspida. Kedatangan merekadisambut dengan pencak silat dan tarian adat melayu. Selanjutnya acara juga diisi dengan pembacaan Wahyu Ilahi, doa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Mewakili santri/santriwati, Syafrilda Dwi Cahyadi, dalam kesempatan itu mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan ucapan terima kasih buat para ustadz dan ustadzah, guru-guru yang telah banyak berjasa membimbing dan mengajari para santri. “Kami juga memohon maaf dan berterima kasih kepada bapak ibu guru yang telah sabar dalam mendidik serta membimbing kami sehingga saya dapat berdiri di hadapan teman-teman sekalian semua,” tuturnya.

Dengan mendidik, ujar Syafrilda Dwi Cahyadi, guru selalu menjadi contoh panutan para santri. “Para guru yang senantiasa berada di tengah-tengah tentang kami, dan kami tidak dianggap murid melainkan sebagai anak. Di madrasah ini, banyak diajarkan, ilmu agama seperti membaca Al-qur’an pada apel pagi setiap hari Rabu yang langsung dilatih oleh lembaga pendidikan Alquran Al Washliyah. Kemudian setiap Jumat kami diajarkan pelatihan kitab kuning, tapi sekarang tidak lagi karena gurunya lagi pulang kampung,” sebutnya.

Di perguruan ini pula, sebut  Syafrilda, diajarkan latihan shalat jenazah dan membacakan Al Qur’an. “Semua itu agar siswa terlatih,” katanya.

Secara tegas Syafrilda menyebut Perguruan Alwashliyah Tanjungbalai sangat berperan dalam menunjang kemajuan dunia pendidikan. “Semua tingkatan sudah tersedia disini. Mulai TK, SD, SMP/MTS, Aliyah dan SMK pun ada. Bapak ibu tinggal masukkan anaknya ke perguruan Al Washliyah, Insya Allah PKL pun sudah kita lakukan baik di kantor Kementerian Agama, Kejaksaan dan Polres Tanjung Balai,” papar Syafrilda Dwi Cahyadi.

Syafrilda mengaku bersama beberapa orang yang PKL diterima dengan baik di Kantor Polres Tanjungbalai, Kantor Kejaksaan, Kantor KPU, juga di kantor lurah.

“Kami sedih yang akan meninggalkan Perguruan Al Washliyah. Maka kami memohon maaf sekali lagi kepada bapak ibu guru yang sudah sudi bersabar dalam mendidik kami, dan mohon doa restunya untuk melepaskan ke jenjang selanjutnya. Walaupun meninggalkan madrasah ini, kami tetaplah setia dan menjadi bintang dari kader Al Washliyah,” tukas Syafrilda Dwi Cahyadi.

MPPD Al Jam’iyatul Washliyah, ustadz Ahmad Husein berpesan pada santri / santriwati untuk terus menambah ilmu ke jenjang selanjutnya, serta mengamalkan pelajaran yang telah didapat dalam kehidupan sehari-hari.

Dikatakannya, adapun santri/santriwati yang khatam Qur’an dan diwisuda sebanyak 313 orang, terdiri dari TK/ RA sebanyak 11 orang, MTs sebanyak 179 orang, SMP sebanyak 28 orang, Aliyah sebanyak 64 orang dan SMK sebanyak 31 orang siswa.

Para siswa/i dari Perguruan Al Washliyah, merasa bangga karena banyak diajarkan kegiatan keagamaan termasuk disuruh puasa Senin Kamis, Sholat Dhuha dan lainnya. “Mudah-mudahan setelah tamat, apa yang telah diajarkan tidak ditinggalkan. Laksanakanlah kegaiatan tersebut kesehariannya ke depan oleh anak anak kami yang diwisuda. Semoga dengan New Normal, maka virus corona dapat berlalu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Buya Gustami S.Sos.i M.MPd. Ia optimis akan segera berdiri Universitas Alwashliyah di Tanjungbalai. Buya juga mengenang perjuangan besar almarhum Sutrisno Hadi, mantan Walikota Tanjungbalai, dalam membesarkan Perguruan Al Washliyah.

“Terkait virus corona, bila kita tetap berzikir kepada Allah, maka virus tidak akan masuk ke dalam tubuh kita,” katanya.

Untuk siswa Tahfiz Qur’an, ujarnya, sudah diadakan di pondok pesantren. Namun pihaknya agak kesulitan untuk mencari guru yang mau tinggal di pondok. “Meski begitu, kita tetap berusaha,” tegasnya.

Buya memaparkan sejumlah keunggulan belajar di Pesantren Alwashliyah. “Murid diajarkan memandikan jenazah, baca doa-doa, tahfiz, dan sebagainya. Mudah-mudahan, ke depan yang mondok di pesantren bertambah maju. Perlu kita sampaikan bahwa belum dibuka pendaftaran, kita sudah penuh. Alhamdulillah,” tukasnya.

Sementara Kapolres Tanjungbalai diwakili Waka Polres Kompol Jumanto SH MH mengaku bangga dengan Alwashliyah.  “Kita mohon kepada Al Washliyah baik Sumut, termasuk pada Buya Gustami, agar memberikan dukungan demi terciptanya situasi kondusif. Dan bagi anak yang lulus, mudah-mudahan masuk polisi yang amanah. Jangan dengar bahwa masuk polisi harus ada deking atau sesuatu, dan itu bohong. Mari daftarkan putra-putri anda,” katanya.

Majelis Pendidikan Al Wasliyah Sumut, H Darwis MPd.I  dalam kesempatan memberi motivasi kepada para guru dan murid. Darwis berharap guru-guru Washliyah dapat menjadi guru teladan. “Pada 2012 lalu, saya Alhamdulillah menjadi guru teladan. Kita mau di Tanjungbalai ini juga harus ada guru teladan dari Alwashliyah,” ujarnya.

Ia berharap Perguruan Al Wasliyah Tanjungbalai memiliki keunggulan. Washliyah melahirkan santri unggul yang berkarir demi agama, bangsa dan negara. “Semoga apapun yang dicita-citakan para santri akan tercapai. Jadi da’i pengembang agama Islam di segala bidang. Jadi polisi maka menjadi polisi dai, dokter dai, dan ilmuwan dai. Ke depan, Washliyah dapat lebih maju,” tegasnya.

Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sumatera Utara, H Dariansyah MD, turut bersyukur, terutama orang tua yang melihat anak-anaknya atau santri-santriwati yang khatam Qur’an dan wisuda, semoga dapat lebih giat dalam mengejar cita-cita. “Alhamdulillah. Anak-anak yang telah dikhatamkan dan diwisuda, hendaknya menjadi orang-orang yang dapat dibanggakan, termasuk bila ada hal-hal mustahak di rumah / kegiatan agama mereka lah yang melakukannya, termasuk baca Al Qur’an, doa dan lain sebagainya,” katanya.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.