Menteri PMK: Sekolah Dibuka Kembali Kemungkinan Akhir 2020 atau Awal 2021

0

Kapan sekolah dibuka kembali? Banyak orang tua siswa mempertanyakannya, mengingat hingga awal Juni 2020, pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda segera mereda.

Meski pemerintah sudah berencana menerapkan ketentuan New Normal (kenormalan baru) secara bertahap, sebagian wilayah masih memiliki angka infeksi virus corona cukup tinggi.

Soal hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy memperkirakan kegiatan belajar mengajar di Indonesia baru akan dibuka pada akhir tahun ini atau malah awal tahun depan. Dengan demikian, pembukaan kembali sekolah kemungkinan besar tidak dilaksanakan dalam waktu dekat.

Muhadjir mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih melihat perkembangan situasi terkait pandemi COVID-19 di dalam negeri, sebelum memutuskan untuk membuka sekolah kembali. “Untuk membuka sekolah, masih kami lihat situasinya. Kemungkinan akhir tahun, atau awal tahun 2021,” kata Muhadjir, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (3/6/2020), sebagaimana dilansir Antara.

Meski demikian, kata dia, tahun ajaran baru siswa tetap akan diberlakukan pada pertengahan Juli 2020. Pada masa tahun ajaran baru ini, para siswa akan diminta tetap belajar di rumah dengan sistem sekolah berbasis online.

Dia menambahkan, pembelajaran menggunakan sistem online akan dilakukan untuk seluruh siswa di Indonesia. “Untuk pendidikan itu, kalau tahun ajaran baru, kemungkinan tidak ada perubahan. Pertengahan Juli 2020 sudah tahun ajaran baru. Masih secara online, karena tidak ada jaminan [ada daerah benar-benar bebas dari COVID-19],” ujar Muhadjir.

Sejumlah pihak memang sudah meminta pemerintah agar tidak terburu-buru membuka sekolah kembali pada saat pandemi virus corona belum benar-benar mereda. Misalnya, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim pernah menyebut, keputusan pembukaan kembali sekolah harus dipertimbangkan matang, berdasarkan berbagai data epidemiologis yang akurat. “Keselamatan dan kesehatan siswa dan guru adalah yang utama, jadi prioritas,” kata Satriawan.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.