Puisi-Puisi RATU KOMARIAH

0

 

Syair-syairna bernuansa relijius. Ratu Komariah memang seorang muslimah yang aktif di Majelis Taklim. Ia gemar mengutip Hadist Nabi Muhammad SAW atau kata-kata bijak dari alim ulama untuk mengingatkan sesama umat Islam.

Menggapai Derajat

 

Ketika di suatu holaqoh

Tempat kajian buahnya hikmah

Jika diamal jadi barokah

Haus akan ilmu yang tak berbatas

Karena ia tak kenal arti ‘cukup’ dan ‘puas’

 

Berburulah dan bergegas

Sungguh beruntung orang yang pandai dan cerdas

Meraup ganjaran demi derajat

Bukan saja dunia tapi juga maqom akhirat

 

 

Fenomena Sebiji Zarrah

 

Banyak macam, jenis, cara dan rupa

Banyak salam, salam manis, salam kangen, salam mesra, salam persahabatan, salam sejahtera, salam takzim, salam pancasila, salam tradisional dan Assalamualaikum salam dari zaman yang diajarkan bermakna doa

 

Manusia dengan segala lagu laganya

Meramaikan bingkai

Menyempurnakan lukisan berbagai polah

 

Bila datang kedukaan dalam kronologi

Tak dapat ditampik menyengat hati

Menggoncang dunia

Terperangah dari mimpi buruk… nyata

Terpuruk, tertatih… bangkit

Membusungkan dada kejemawaan

Lupa pada asal kedatangan

Akhirnya terkikis kalis cuma dengan sebiji zarrah

Bahkan lebih kecil karena tak nyata mata memandang

Dunia mencekam oleh ketidaktampakan

 

 

Nestapa dan Wabah Kotaku

 

Dari negeri bergengsi Inggris

Gemuruh kencang angin berembus

Menuju kotaku

Jari-jari tak sanggup menahannya dalam genggaman

Kotaku mencengangkan dunia

Kebiadaban mengangkat kotaku jadi nestapa

 

Lalu kotaku terangkat lagi

Mendunia lewat sebiji sawi

Lebih kecil lagi mirip selasih

Kali ini tak sendiri

Ada kota lain di belahan bumi yang persis

Berharap tak ada lagi kenestapaan

Segera berlalu wabah kotaku

 

Pada Waktunya

 

Demi masa yang menjerat, menyeret, dan memaksa manusia:
untuk berjuang mencapai…
berharap akan tergapai…
bersandar pada kekuatan hati…
berpasrah dalam doa dan ikhtiar diri…
Menurut kadar ketetapan ilahi Rabbi

Sebelum waktu datang menyambangi
Kita asyik lenggak lenggok menari
Ke arah kanan, ke arah kiri
Ikut irama hiruk-pikuk duniawi
Bagai tak acuh akan azab cemeti
Dibalut berbagai pilihan hati

Saat anak panah akan terlepas dari busur
Sadarkan diri jangan asal membaur
Agar sampai tepat tanpa uzur
Di masa, waktu, dan tempat yang akur

 

Kami Datang Al-Waliyy

 

Sepenuh dada menyesak jiwa
Tak tahan bersemayam di sana
Meluap dan tumpah ruah merajalela
Di setiap relung milik insan dunia

Cuaca mendung….
Bayangan qalbu yang murung berkerudung galau
Beramai-ramai dengan ketakutan cemas dan was-was
Menyusuri tujuh lapis langit teratas
Hingga permohonan do’a pun bersuara parau
Namun terdengar merdu oleh sang pemilik “Arsy”
“Ia” sangat menyukai
Maka datangi dan hampiri dengan segala puji
Kepada Al-Waliyy yang Maha Melindungi

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.