Bantuan Pendidikan Islamic Centre Kajen Segera Dihibahkan

0

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melakukan seminar Ransel 4 atau Ramadhan semangat belajar melalui teleconference. Sebagai salah satu pembicara bersama beberapa narasumber lain seperti Dr Umar MA selaku Direktur KSKK Madrasah, Najela Shihab selaku pendiri komunitas semua murid semua guru, Nunuk Riza Puji selaku ketua Ransel 4 KGP Pekalongan dan M Niamil Hida selaku sekertaris KGP Nusantara.

Seminar ini merupakan, salah satu seminar yang diprakarsai oleh Komunitas Guru Belajar Pekalongan dengan tujuan untuk meningkatkan semangat belajar para pelajar ditengah kondisi pandemik seperti saat ini.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan bahwa dengan adanya teleconference ini, beliau bisa menganalisa tentang keefektivitasan belajar di rumah bagi para pelajar dan juga melakukan analisa untuk modal dalam melakukan pengembangan pendidikan di Kabupaten Pekalongan khususnya di wilayah Islamic Center Kedungwuni yang menurutnya sudah lama belum ada pengembangan.

“Tadi kita ada teleconference ya, seminar yang bekaitan dengan sekolah di rumah efektivitasnya seperti apa.”

“Kami menganalisa dengan berbagai narasumber termasuk Dr Umar menjanjikan bantuan 25 milyar untuk bantuan pengembangan pendidikan anak-anak yang ada di Islamic Center yang itu segera akan dihibahkan. Saat ini, hal tersebut sedang dalam proses,” kata Bupati Asip seusai melakukan seminar teleconference, di rumah bupati Minggu (17/5/2020).

Kemudian, berkaitan dengan pengembangan pendidikan di Islamic Center, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan berkomitmen untuk segera melakukan pengembangan kepentingan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut. “Islamic Center itu memang sebagian tanahnya akan dihibahkan untuk pengembangan pendidikan, oleh karena itu memang warisan dari pendahulu yang sudah membuat komplek pusat pengembangan Islam di Kedungwuni,” imbuhnya.

Bupati Asip mengungkapkan, bahwa dengan adanya situasi pandemik seperti saat ini, persoalan yang dihadapi adalah mengenai sekolah jarak jauh dimana para orangtua dituntut untuk bisa menjadi pemandu bagi anak-anaknya. “Orangtua terus terang gagap ya menghadapi ini, apa yang harus diajarkan kepada anak karena harus menjadi pemandu anak.

Kemudian, anak juga terbatas karena memiliki energi dan semangat yang tinggi untuk berkompetisi sehingga ketika dia dirumah maka ini sangat terbatas,” ungkapnya.

Dengan persoalan tersebut bupati berharap kondisi pandemik saat ini bisa segera berlalu supaya keadaan bisa kembali normal seperti sedia sedia kala.”Oleh karena itu, mudah-mudahan ini segera bisa berlalu. Sehingga bisa normal kembali seperti yang dikatakan oleh pak presiden dan hal ini bisa kita laksanakan dengan tidak terlalu lama,” tambahnya.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.