Sabun Herbal Dari Daun Kemlanding Karya Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta

0

Belum banyak kreasi yang bisa dihasilkan dari petai cina. Padahal, tumbuhan petai cina sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Inilah yang menginspirasi sejumlah mahasiswa menghasilkan kreasi berbahan petani cina.

Petai cina sangat akrab dengan masyarakat Indonesia hampir di setiap daerah ada tanaman ini. Orang Jawa menyebutnya sebagai lamtoro dan sering memanfaatkan pohonnya sebagai pencegah erosi, tempat berteduh, sumber kayu bakar dan pakar ternak.

Sedangkan buahnya, banyak dibuat makanan seperti botok lamtoro. Walau daunnya banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak, di tangan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) petai cina dibuat menjadi sesuatu yang berbeda.

Ada Fatwaning Raras dan Merita Dewi dari Prodi Pendidikan Akuntansi, Nurhayati Wahyu dari Prodi Pendidikan Kimia, Novita Permata dari Prodi Pendidikan Biologi dan Aprilia Ristianasari Prodi Tata Rias dan Kecantikan. Mereka menyulap daun petai cina menjadi sabun herbal untuk mencerahkan dan menghaluskan kulit.

Rars menerangkan, gagasan menciptakan sabun herbal ini karena dalam daun petai cina memiliki kandungan luar biasa. Ada energi 128 kilokalori, protein 12 gram, lemak 6,5 gram, karbohidrat 12,4 gram, kalsium 500 miligram, fosfor 100 miligram, zat besi 3 miligram, vitamin A 17.800 international units, vitamin B1 0,04 miligram dan vitamin C 64 miligram.

“Beberapa kandungan tersebut kami gunakan dalam sabun petani cina,” kata Raras, Kamis (3/1).

Dewi menjelaskan, sabun herbal ini sangat minim bahan kimia. Hal itu dilakukan karena mereka merasa masyarakat kurang memahami efek samping produk yang menggunakan bahan kimia.

Mulai dari membuat kecanduan, masalah kulit seperti memerah, terbakar dan masih banyak lain. Karenanya, mereka menggunakan bahan daun petai cina yang dapat mengurangi produk kimia yang menjadi campuran agar tidak merusak kulit.

Usaha ini bertujuan agar produk kecantikan berupa kosmetik badan yang tidak hanya cepat dalam mencerahkan, mengurangi kekusaman dan menghaluskan kulit. Tapi, tapi juga menyadarkan masyarakat akan keamanan produk yang dikonsumsi.

“Selain itu, bahan utama yang digunakan adalah herbal dan alami, sehingga mengurangi efek samping,” ujar Dewi.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.